Scanning spray sebenarnya merupakan cara tepat untuk atasi masalah permukaan objek yang mengkilap, transparan, atau bahkan sangat gelap, ketika proses 3D scanning berlangsung.
Namun dibalik itu semua ternyata penggunaan scanning spray juga tak sepenuhnya menjawab kebutuhan tersebut. Ada beberapa kendala yang dapat timbul saat proses 3D scanning menggunakan scanning spray.
Anda perlu mengetahui kendala-kendala tersebut, agar menemukan solusi yang tepat.

Kendala Penggunaan Scanning Spray
Menurut beberapa pengalaman dari para pelaku usaha 3D scanning, ada ditemukan kendala saat menggunakan scanning spray dalam proses 3D scanning. Beberapa diantaranya sebagai berikut :
1. Waktu
Soal waktu jadi kendala yang mungkin tidak terbayangkan. Mengapa? Saat penggunaan scanning spray, secara tidak sadar Anda membutuhkan ekstra untuk membersihkan spray dari objek.
2. Keamanan
Soal keamanan juga wajib diperhitungkan. Pasalnya untuk mendapatkan akurasi yang benar saat proses 3D scanning, Anda menyemprotkan spray ke objek. Patut diperhatikan, apakah spray tersebut aman atau tidak terhadap objek yang akan Anda pindai.
Jangan karena soal spray ini, justru menimbulkan masalah, misalnya terjadi noda yang merusak estetika dari pada objek yang dipindai.
3. Penumpukan Spray yang Tebal
Imbas penggunaan spray sebelum proses 3D scanning berlangsung. Risiko atau kendala yang paling umum adalah adanya lapisan spray yang terlalu tebal. Ini akan menutupi detail halus pada permukaan objek. Penumpukan material ini bisa menyebabkan hilangnya detail mikro pada objek kecil, terjadi distorsi permukaan yang mempengaruhi akurasi hasil scan.
Sementara itu imbas lainnya, model 3D menjadi kurang presisi, terutama untuk aplikasi metrologi. Oleh sebab itu, penyemprotan harus dilakukan tipis dan merata.
4. Residu pada Permukaan Objek
Banyak produk scanning spray mengklaim “tanpa residu”, pada praktiknya beberapa jenis tetap meninggalkan sisa lapisan. Hal ini dapat terlihat pada objek dengan tekstur berpori. Kemudian bisa juga terlihat pada bahan sensitif seperti kayu, kain, atau batu alam.
Residu tersebut juga bisa berisiko merusak permukaan pada benda-benda koleksi museum atau artefak berharga
Membersihkan residu ini membutuhkan waktu tambahan dan harus dilakukan hati-hati agar tidak merusak permukaan.

Solusi Tepat Atasi Kendala Scanning Spray
Lantas, bagaimana solusi atas kendala tersebut di atas?
Bagaimana jika kita tetap harus menggunakan spray namun tidak dapat menjamin keamanan dari spray terhadap objek?
Scanning spray dari brand AESUB muncul untuk menjawab keresahan para pengguna 3D scanner dengan produk unggulan mereka yaitu AESUB Blue. Fitur paling utama yang membuat AESUB Blue menjadi scanning spray yang spesial dibandingkan dengan berbagai scanning spray lain adalah “No Cleaning”.
Yap, bekas spray AESUB Blue pada objek tidak perlu dibersihkan, karena akan menghilang dengan sendirinya dalam 1 hingga 2 jam, tergantung dari kondisi dan suhu di sekitar objek. Tidak akan ada sisa spray yang menempel pada objek, objek akan kembali seperti sedia kala tanpa perlu dilakukan pembersihan sedikitpun.

Adapun keunggulan lain dari AESUB scanning spray adalah AESUB tidak menggunakan bahan yang berbahaya baik bagi pengguna, maupun yang dapat merusak objek yang akan disemprotkan dengan AESUB. Selain itu, AESUB memiliki lapisan spray pada objek yang tipis, sehingga tidak akan merubah akurasi dari hasil data 3D scan.
Untuk mendapatkan AESUB scanning spray baik dalam jumlah sedikit maupun banyak atau untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait AESUB scanning spray, anda dapat menghubungi Evolusi 3D, karena Evolusi 3D merupakan Distributor Tunggal dari AESUB scanning spray di Indonesia.
Ditulis oleh : Tim Evolusi 3D
Penyunting : nus