Membuat desain 3D siap cetak perlu pemahaman teknis agar hasil presisi dan berhasil dalam sekali cetak.
Hal ini perlu guna menghindari hilangnya detail desain yang ternyata tak memenuhi kualitas cetak, seperti cetakan melengkung, pecah atau tak menempel pada cetakannya. Untuk itulah penting bagi desainer untuk mengetahui panduan tepat, agar setiap model jadi lebih optimal, mudah dicetak, dan berkualitas.
Proses 3D Printing
Ada beberapa tahapan yang harus dipahami oleh desainer, agar proses cetak dengan 3D printer berhasil dan sesuai ekspetasi. Berikut ini ada beberapa tahapan yang wajib diketahui desainer untuk mencetak sebuah model :
Hal pertama yang perlu dipahami oleh para desainer adalah proses yang diperlukan sampai desain tercetak dengan 3D printer. Berikut ini beberapa tahapannya setelah membuat desain :
1. Simpan desain dalam format siap cetak, misalnya .STL atau bisa juga .3MF.
2. Tampilan pada software printer, akan tampak file terpecah menjadi beberapa layar.
3. Model ditempatkan dalam ruang builder.
4. Lanjut pada penganturan lanjutan untuk persentase isi, bahan pendukung cetakan, jenis rakitan dan seterusnya.
5. File siap dikirim ke printer untuk naik cetak.
Merancang Desain
Merancang desain cetak agar maksimal diperlukan kreativitas dan pemahaman teknis terhadap proses pencetakan. Ada beberapa kendala yang umumnya terjadi setelah proses cetak, seperti warna tidak akurat, gambar buram, atau bisa jadi layout menjadi tidak presisi.
Maka dari itu, agar hasil cetakan maksimal, ada beberapa tips yang dapat diterapkan diantaranya :
1. Hindari sudut tajam karena biasanya mudah patah ketika dicetak. Lebih baik tambahkan putaran untuk memperkuat titik-titiknya.
2. Hindari juga fitur yang terlalu kecil atau tipis karena akan sulit untuk dicetak dan justru bisa merusak hasilnya.
3. Dinding model yang terlalu tebal juga kurang bagus karena bisa retak jika tak seimbang dengan bagian lain, selain tentu saja lebih lama.
4. Plastik bahan cetakan akan menyusut ketika mendingin. Karena itulah jika ada bagian yang berlubang, buat sedikit lebih besar untuk mengatasinya.
5. Manfaatkan kaki gajah sebagai bantalan hasil cetakan, terutama jika bagian yang menempel pada cetakan tak terlalu lebar
Trik Pasca Desain

Setelah proses desain, seorang desainer juga wajib mengetahui langkah penting sebuah proyek benar-benar optimal sebelum proses cetak. Banyak desainer berhenti pada tahap finishing visual, padahal proses pasca desain mencakup berbagai langkah seperti pengecekan warna, optimasi file, kalibrasi gambar, hingga penyesuaian kualitas yang dapat diterapkan ke berbagai media.
Selain memahami tips yang ada pada poin-poin subjudul di atas, desainer juga perlu memahami beberapa trik berikut supaya desain benar-benar mudah diaplikasikan dalam 3D printing :
1. Idealnya permukaan yang menempel pada alas cetakan itu datar, jadi jika ada bagian yang bulat, lebih baik dihadapkan ke atas.
2. Jika ada celah dalam model yang dicetak, arahkan secara vertikal supaya tidak menghabiskan terlalu banyak bahan.
3. Tetapkan sejak awal ukuran kualitas yang diharapkan dan atur sebelum mencetak.
4. Kurangi ketebalan lapisan supaya bisa lebih cepat dan bagus.
5. Untuk menghemat bahan, model bisa dicetak seperti sarang laba-laba dan memanfaat bahan lain untuk mengisi rongganya.
6. Pertimbangkan bahan yang akan digunakan untuk mencetak dan sesuaikan dengan kualitas model yang diharapkan
Teknik Infil
Ini adalah teknik untuk menggunakan pengisi model dengan bahan lainnya. Bisa jadi alternatif menarik karena selain hemat, infill juga bisa memberi beberapa manfaat berikut :
1. Model tidak mudah bengkok.
2. Tidak mempengaruhi kekuatan model.
3. Pola infill fleksibel untuk disesuaikan dengan kekuatan model yang dibutuhkan.
Cara Menempelkan Desain ke Alas 3D Printer
Ada 3 metode yang umumnya dipakai untuk menempelkan cetakan pada bantalan printer :
1. Skirt : Beberapa lintasan pacuan kuda dibuat disekeliling obyek untuk memastikan cairan plastiknya mengalir dengan benar.
2. Brim : Area cetak dibuat dan dihubungkan dengan obyek hasil desain. Cara ini membuatnya lebih melekat dengan alas.
3. Raft : Sedangkan metode ini membuat kisi-kisi tipis di bagian bawah obyek dan mudah dilepas. Ini juga akan membuat model bisa merekat dengan baik.
Penulis : Tim Evolusi 3D
Penyuting : nus