Memang menyebalkan saat pekerjaan 3D printing sedang berproses, tiba-tiba listrik mati. Apa yang Anda lakukan?
Untuk mencegah atau mengantisipasi hal tersebut secara umum orang akan langsung memikirkan atau sediakan Uninterruptible Power Supply (UPS) sebagai solusi utamanya sebelum proses print berjalan atau pekerjaan berjalan.
Lantas, bagaimana bila di kantor atau di bisnis jasa 3D print yang sedang Anda rintis belum tersedia UPS? Mari kita bedah singkat solusi permasalahan tersebut.
Mati Listrik Berisiko Terhadap Pekerjaan 3D Printing
Sejatinya 3D printing bekerja dengan sistem yang sangat presisi. 3D printer akan menghasilkan lapisan yang dicetak sesuai dengan kordinat yang telah ditetapkan dalam file digitalnya.
Kekhawatiran terjadi, jika 3D printer sedang bekerja, tiba-tiba listrik mati. Maka bukan hal yang mustahil 3D printer akan kehilangan posisi terakhir atau istilahnya home position. Hal yang mungkin saja terjadi, printer menjadi tidak memahami atau tak dapat membaca posisi akhir titik berhenti sebelumnya.
Risiko umum yang biasanya timbul saat 3D printer sedang bekerja tiba-tiba listrik mati diantaranya :
1. Lapisan cetak berisiko tergeser, biasa disebut layer shift.
2. Berpotensi menimbulkan kerusakan pada permukaan cetakan.
3. Filament terbuang percuma.
4. Waktu produksi menjadi tidak efisien.
Hal tersebut yang mendorong para pelaku bisnis atau pekerja yang berhubungan dengan 3D print berupaya keras agar 3D printer tetap beroperasi meski listrik padam.
Ini Dia Solusi Menyelesaikan Cetakan Tetap Jalan PascaListrik Padam
Dalam bahasan kali ini akan kami ulas singkat mengenai cara yang dapat ditempuh agar dapat menyelesaikan hasil print tanpa menggunakan UPS.
1. Geser Extruder ke atas, lalu ambil hasil print yang belum selesai (Pre-Heat Extruder terlebih dahulu agar hasil print tidak menempel).

2. Ukur dan catat tinggi hasil print (Disarankan menggunakan jangka sorong / caliper).

3. Di FlashPrint, potong objek sesuai ukuran yang telah diukur (lebihkan 0,1 cm atau lebih untuk memudahkan proses finishing).

4. Mulai kembali proses 3D print menggunakan file yang telah dipotong.

5. Gabung dan rekatkan kedua hasil print tersebut menggunakan perekat yang kuat.

Setelah selesai, hasil rekatan kedua objek tersebut akan menjadi objek yang kalian rencanakan di awal
Teliti Kunci Utamanya
Tentunya, trik ini akan sangat bergantung kepada ketelitian kalian dalam mengukur objek, proses pemotongan pada FlashPrint, dan juga proses merekatkan kedua objek. Namun, selama tidak ada kesalahan dalam ketiga hal tersebut, hasil akhirnya akan cukup memuaskan lho!
Sebagai tips tambahan untuk kelancaran proses 3D print anda, gunakan Evolusi 3D Smart Filament Drier Box, untuk menjaga agar filament Anda bebas dari debu dan kelembapan, serta membuat proses print menjadi lebih lancar dan minim kendala.
Itu dia tips dari kami terkait cara untuk dapat membaca objek berwarna hitam, mengkilap maupun transparant saat proses 3D scanning.
Instagram: @evolusi3d
WhatsApp: +62 878 8868 4284
Penulis : Tim Evolusi 3D
Penyuting : nus