Dunia 3D

FreeScan UE Pro SHINING 3D Dukung Perusahaan Manufaktur Pesawat

Kehadiran alat scan 3D genggam menjadi jawaban dari tantangan sebuah perusahaan manufaktur pesawat. Kehadiran alat scan 3D genggam seperti FreeScan UE Pro dari SHINING 3D mampu melakukan kontrol kualitas yang canggih dan mendokumentasikan struktur handcrafted mereka untuk digunakan di masa mendatang, dalam bidang desain dan modifikasinya.

Sejak Akaflieg dari Stuttgart didirikan pada tahun 1926, telah melibatkan ratusan engineer dalam upaya membangun pesawat pertama mereka di Akaflieg. Hingga beberapa dekade belakangan, tim Akaflieg secara antusias telah banyak mengembangkan prototipe. Dan dalam perjalanannya prototipe tersebut memiliki pengaruh yang signifikan dalam perkembangan konstruksi pesawat terbang.

AK-X dari klub penerbangan akademik Karlsruhe adalah sebuah proyek sailplane yang sangat progresif. Sailplane atau glider adalah pesawat terbang tanpa mesin yang dirancang untuk terbang dengan memanfaatkan arus udara naik (thermal, ridge lift, atau wave lift). Sailplane AK-X memiliki bentuk badan pesawat yang tidak biasa, AK-X memiliki banyak permukaan melengkung dan sulit diukur secara konvensional.

Dominic, Manajer Proyek ini menghubungi Akademi 3D scan untuk mengukur penyimpangan untuk penggantian suku cadang di masa mendatang dengan bantuan 3D scanner , dan untuk mengarsipkan informasi data ini. Melalui alat scan digital canggih seperti FreeScan UE Pro, teknisi 3D Scan Academy dapat dengan mudah melakukan proses scanning badan pesawat untuk melihat penyimpangan dengan banding di CAD.

Proses produksi melibatkan banyak pekerjaan manual, suku cadang yang ditempatkan dengan tangan dapat diperiksa dengan model 3D yang di-scan untuk melihat apakah terjadi penyimpangan yang besar. Selain itu, para engineer membuat badan pesawat dengan ketebalan berbeda yang tidak semuanya terdata di CAD. Melalui proses scanning yang akurat dengan FreeScan UE Pro, perbedaan ketebalan dicatat untuk kepentingan suku cadang mendatang yang masih dalam proses desain.

Selain itu, para engineer melakukan scanning pada bagian dalam sayap untuk merekam kontrol di dalam rumah sayap. Catatan-catatan ini disimpan sebagai dokumentasi. Sebagai alat pengukuran yang akurat, FreeScan UE Pro mengintegrasikan sistem fotogrametri teropong generasi baru yang dapat secara akurat mengukur data 3D lengkap dari badan pesawat besar dan sayap.

Engineer juga mengandalkan EinScan HX untuk proses scan-nya, ada tiga poin keunggulan dari alat scan digital tersebut, yakni efisien dan memiliki tingkat akurasi tinggi. EinScan HX juga memiliki kamera warna bawaan, yang menyediakan scan sebuah tekstur untuk AK-X agar dapat melihat arah lay-up yang berbeda dan mengidentifikasi material lebih baik.

Proses berlanjut, Dominic mengimpor data yang telah di-scan ke software inspeksi untuk melihat apakah badan pesawat dan sayap yang mereka hasilkan cocok dengan gambar di CAD. Syukurlah, sebagian besar berwarna hijau, dan tidak ada yang menghasilkan banyak penyimpangan. Beberapa jejak tangan juga dianggap sebagai modifikasi yang wajar.

“Dengan 3D scanner sebagai alat inspeksi, kami menghemat banyak pekerjaan manual dalam konstruksi karena kami dapat menyesuaikan bagian dengan lebih baik sejak awal”, demikian sekiranya maksud pernyataan Dominic. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan proses ini hanya melakukan lebih sedikit pengamplasan, lebih sedikit pekerjaan manual dan kurang mengukur.

Berkat koordinasi antara FreeScan UE Pro dan EinScan HX dalam proyek ini, kontrol kualitas dan dokumentasi struktur buatan tangan dilakukan secara efisien. Dibandingkan dengan metode pengukuran tradisional, pendekatan digital pasti menjamin akurasi dan mempercepat keseluruhan alur kerja.

“Seperti yang telah Anda lihat, kami benar-benar dapat menggambar banyak dari proses 3D scanning ini, dan ini akan menghemat banyak pekerjaan kami di masa mendatang,” tegas Dominic.

Penulis : Tim Evolusi 3D
Penyunting : nus