Dunia 3D

Apa Itu Reverse Engineering

Reverse engineering digunakan untuk menganalisis, merekonstruksi, dan mengembangkan produk agar lebih efisien dan inovatif di berbagai industri.

Reverse engineering semakin mudah dilakukan pada masa kini. Di dunia industri modern, proses reverse engineering lebih mudah dilakukan berkat hadirnya 3D scanner dan 3D printer. Dengan adanya perangkat-perangkat tersebut memungkinkan proses pemindaian objek fisik menjadi model digital. Setelah itu proses berikutnya bisa dilakukan rekrontruksi (kembali) dalam bentuk nyata dengan cepat dan presisi.

Teknik “amati, tiru, dan modifikasi” ini sudah bertahun-tahun diterapkan di negeri Cina. Terbukti, teknik itu berhasil mendongkrak perekonomian negara tersebut. Lantas, bagaimana 3D scanner dan 3D printer dapat membantu proses ini berjalan? Kita akan bahas lebih lanjut dalam artikel ini.

Pengertian Reverse Engineering?

Reverse Engineering adalah salah satu teknik penting dalam dunia industri modern yang digunakan untuk memahami, menganalisis, dan merekontruksi kembali suatu produk atau sistem yang sudah ada. Melalui teknik reverse engineering, para insinyur dapat mengetahui cara kerja sebuah komponen, menemukan kelemahannya.

Dengan teknik reverse engineering pula para insinyur terbantu untuk menemukan inovasi yang dapat bermanfaat untuk mengembangkan inovasi sebuah produk. Teknik ini banyak dipakai dalam berbagai bidang, diantaranya manufaktur, industri otomotif, teknologi informasi, hingga mendesain sebuah produk.

Jadi dapat disimpulkan bahwa reverse engineering merupakan proses pengukuran sebuah objek fisik dan merekonstruksinya menjadi model 3D. Reverse engineering memiliki tujuan beragam, seperti mengganti komponen yang rusak, membuat bagian komponen yang tidak ada model CAD-nya. Lebih dari itu, reverse engineering juga dapat menjadi saran untuk memperbarui suku cadang yang sudah tak layak.

Menganalisis Produk Kompetitor

Reverse Engineering juga membantu penyesuaian bagian komponen yang lama presisi dan cocok dengan sistem perakitan yang baru. Saat ini, reverse engineering juga banyak dimanfaatkan untuk membuat rencana manufaktur baru dan menganalisis fitur produk-produk kompetitor. Dalam proses ini, 3D scanner menjadi teknologi yang paling banyak digunakan karena mampu mengekstraksi data dimensi secara akurat dan mengubahnya menjadi point cloud atau mesh secara otomatis dan instan.

Penulis : Tim Evolusi 3D
Penyunting : nus