Teknologi 3D scanner kini menjadi alat penting dalam berbagai bidang industri bahkan desain dan penelitian terbantu dengan hadirnya teknologi ini.
Pemanfataan 3D scanner memang harus tepat. Dalam arti penggunaannya baiknya disesuaikan dengan tujuan dari produksi atau pencapaian hasil yang direncanakan. Karena itu penting bagi sebuah perusahaan khususnya mengenal jenis-jenis 3D scanner berikut dengan fitur teknologi yang menyertainya.
Seringkali perusahaan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah karena menggunakan 3D scanner yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. 3D scanner ini akhirnya tidak terpakai secara maksimal dan menjadi terbengkalai.
Apa Itu 3D Scanner?
Sejatinya perangkat 3D scanner memiliki fungsi mengubah bentuk fisik menjadi model digital. Kehadiran alat ini begitu penting di era digital saat ini. Karena melihat fungsinya, 3D scanner mempercepat proses digitalisasi produk dan komponen. Dengan demikian mempercepat sebuah perusahaan beralih dari metode konvensioanl menjadi digital.
Selain itu, menggunakan perangkat 3D scanner memiliki kelebihan akurasi dan efisiensi dalam sebuah proses produksi, mempermudah proses reverse engineering atau desain ulang, memicu inovasi lebih cepat, membantu kreativitas pekerja untuk berkembang.
Ditinjau lebih jauh, dengan mengandalkan teknologi 3D scanner, hasil pemindaian bisa langsung diproses menggunakan 3D printing, simulasi augmented reality (AR) atau virtual reality (VR). Beberapa poin tersebut diantaranya merupakan pondasi penting dalam ekosistem industri 4.0.
Jenis-jenis Teknologi 3D Scanner
Agar tak salah dalam pemanfaatannya dan tentunya sejalan dengan target dan efisiensi produksi, penting bagi perusahaan untuk memilih secara detil kebutuhan serta jenis 3D scanner dengan teknologi di dalamnya yang tepat.
Beberapa jenis dan teknologi 3D scanner yang ada diantaranya :

1. 3D Scanner dengan Sentuhan (Probe)
3D scanner jenis ini menggunakan probe untuk menyentuh objek, menghasilkan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Contoh 3D scanner dengan teknologi ini adalah CMM dan 3D Scanner Arm.
Keunggulan 3D Scanner dengan Probe :
1. Akurasi tinggi dalam mengukur koordinat x,y,dan z.
2.Dapat mengukur titik-titik kecil dan dalam yang sulit dijangkau 3D scanner lain.
3.Cocok untuk pengujian dimensi, kontrol kualitas dan verifikasi komponen manufaktur.
Aplikasi dalam Dunia Industri :
1.Kontrol kualitas presisi untuk komponen mesin dan cetakan logam.
2.Kalibrasi alat industri dan verifikasi hasil produksi.
3.Digunakan pada pabrik otomotif, mold manufacturing dan toolong engineering.
4.Menjadi solusi utama ketika akurasi dimensi menjadi prioritas utama.

2. Teknologi kedua : LED Structure Light
Teknologi LED Structured Light menggunakan proyeksi pola cahaya (biasanya berupa garis atau grid) ke permukaan objek. Pola cahaya ini kemudian ditangkap oleh kamera dan dianalisis untuk menghasilkan bentuk tiga dimensi yang sangat detail. Metode ini populer karena kemampuannya menangkap geometri dengan cepat dan akurasi tinggi tanpa menyentuh objek.
Keunggulan 3D Scanner dengan LED Structured Light :
1.Cepat dan presisi tinggi — mampu menangkap ratusan ribu titik data hanya dalam hitungan detik.
2.Non-kontak (tanpa sentuhan) — aman untuk objek sensitif seperti benda seni, arkeologi, atau bagian medis.
3.Hasil detail — ideal untuk reverse engineering, visualisasi 3D, dan kontrol kualitas produk.
Keunggulan 3D Scanner dengan Probe :
1.Akurasi tinggi dalam mengukur koordinat x, y, dan z.
2.Dapat mengukur titik-titik kecil dan dalam yang sulit dijangkau 3D scanner lain.

3. Technology ketiga: Infrared Technology
Berbeda dari structured light, teknologi infrared (IR) menggunakan sensor cahaya inframerah untuk menangkap bentuk dan tekstur objek. Infrared 3D scanner bekerja dengan memancarkan sinar IR yang tidak terlihat oleh mata manusia, kemudian mendeteksi pantulan sinar tersebut untuk membangun model 3D digital.
Keunggulan 3D Scanner dengan LED Structured Light :
1.Cepat dan presisi tinggi — mampu menangkap ratusan ribu titik data hanya dalam hitungan detik.
2.Non-kontak (tanpa sentuhan) — aman untuk objek sensitif seperti benda seni, arkeologi, atau bagian medis.
3.Hasil detail — ideal untuk reverse engineering, visualisasi 3D, dan kontrol kualitas produk.
Keunggulan 3D Scanner dengan Probe :
1.Akurasi tinggi dalam mengukur koordinat x, y, dan z.
2.Dapat mengukur titik-titik kecil dan dalam yang sulit dijangkau 3D scanner lain.
Kesimpulan
Jadi pada prinsipnya 3D scanner dan teknologi di dalamnya mempengaruhi performa dan hasil atau target yang ditentukan dalam sebuah perusahaan.
Untuk itu penting bagi sebuah pemimpin perusahaan terutama yang terkait dengan bidang produksi menguasai karakteristik dan spesifikasi 3D scanner, tentu dengan maksud agar produksi perusahaan tetap konsisten atau bahkan meningkat.
Bila Anda memerlukan informasi detil mengenai 3D scanner bisa menghubungi jasa-jasa konsultan terkait bidang tersebut. Salah satunya yang ada di Jakarta yakni Evolusi 3D.
Ditulis oleh : Tim Evolusi 3D
Penyunting : nus