Filament bagi para pelaku di dunia industri 3D printing tidaklah asing. Tetapi istilah tersebut terdengar asing bagi orang awam.
Artikel simpel kali ini akan sedikit memberikan gambaran tentang apa itu filament dan fungsinya dalam kegiatan 3D printing.
Secara umum, filament dapat dimengerti sebagai bahan baku berbentuk tali plastik panjang yang digunakan sebagai material utama untuk mencetak objek 3D.
Filament biasanya digulung dalam bentuk spool dan dilelehkan oleh extruder 3D printer untuk kemudian dibentuk menjadi model sesuai desain yang dicetak dalam mesin 3D printer.
Apa Fungsi Filament dalam 3D Printing?
Filament memiliki fungsi vital dalam proses cetak 3D atau kinerja 3D printer. Kondisinya pun sangat rawan terhadap lembap. Bila kondisi tak baik atau lembap maka hasil cetak 3D printer tentu juga tidak akan maksimal. Ada trik atau tips yang tepat untuk merawat filament yang lembap. Klik di sini untuk tahu caranya.
Nah, terlepas dari pada hal tersebut, dalam bahasan artikel singkat kali ini, kami akan menjelaskan fungsi filament dalam dunia 3D printing.
Secara singkat filament memiliki fungsi :
1. Material cetak yang dilelehkan dan disusun lapis demi lapis.
2. Sumber struktur dan warna dari objek 3D yang dihasilkan.
3. Penentu karakteristik hasil cetakan seperti kekuatan, fleksibilitas, ketahanan panas, dan tampilan.

Tips Singkat Cara Menyimpan Filament
Melihat dari fungsinya tersebut, maka penting untuk menjaga kondisi filament dalam kondisi prima. Jika terjadi lembap, berkaitan dengan iklim yang ada di Indonesia, tropis atau lembap, maka Anda wajib mengeringkannya dengan sempurna.
Alat untuk mengeringkan filament yang lembap bisa menggunakan Evolusi 3D Smart DryBox.
Perhatikan hal-hal kecil berikut ini agar kondisi filament tetap dalam keadaan yang baik :
1. Hindari suhu yang berlebihan dalam penyimpanannya, jangan terlalu lembap dan juga perhatikan aliran udara disekitarnya.
2. Perhatikan cara penyimpanan dengan baik. Bisa dibungkus dengan plastik pembungkus atau plastik klip yang bisa membuat filament menjadi kedap udara agar terhindar dari debu.
3. Pastikan menggunakan mesin atau alat 3D printer dengan tepat.
Dapat disimpulkan kondisi filament yang kering makan 3D printer dapat bekerja maksimal, tentu berkaitan dengan kualitas cetak sekaligus menghemat biaya produksi.
Penulis : Tim Evolusi 3D
Penyuting : nus