Artec Studio 20.3 resmi dirilis dibekali dengan sejumlah fitur baru, peningkatan performa, dan perbaikan pada bug.
Update Artec Studio tersebut tersedia untuk seluruh pengguna Artec Studio 20. Adapun kehadirannya dirancang untuk menghadirkan pengalaman scanning dan proses data 3D yang lebih halus.
Perangkat lunak lansiran dari Artec 3D, perusahaan teknologi pemindaian 3D asal Luksemburg ini menawarkan peningkatan signifikan untuk Artec Spider II, Ray II, serta AI Photogrammetry, fitur bawaan yang memungkinkan pembuatan model 3D hanya dari foto atau video.
Tak hanya itu, pembaruan juga menyentuh sisi workflow, tekstur, hingga tampilan antarmuka (UI) yang kini terasa lebih intuitif.

Fitur PolyWorks Inspector Bantu Analisis Data
Artec 3D membekali perangkat lunak yang satu ini dengan beberapa fitur “keren” di dalamnya.
Salah satu yang menjadi hal menarik adalah PolyWorks Inspector. Di mana fitur ini merupakan kerja sama Artec 3D dengan InnovMetric, pengembang software metrologi industri ternama.
Kolaborasi tersebut memungkinkan pengguna untuk bisa mengekspor mesh, point cloud, hingga CAD primitives langsung ke PolyWorks. Ini sangat berguna untuk keperluan inspeksi dan analisis.
Di mana dengan adanya hal itu pengukuran dan pengecekan toleransinya pun semakin cepat dan akurat, dikarenakan adanya dukungan standar GD&T ISO dan ASME, sangat mumpuni untuk kebutuhan manufaktur dan kontrol kualitas.
Fitur Baru untuk Artec Spider II dan Ray II
Pada Artec Studio 20.3, Spider II mendapatkan peningkatan besar dalam hal pengelolaan data hasil scan. Kini pengguna dapat mengurangi jumlah titik (points) per-frame, sehingga hanya data penting yang diproses. Hasilnya, proses editing dan ekspor menjadi lebih ringan tanpa mengorbankan detail.
Sementara itu, Artec Ray II kini mendukung pemindaian panorama penuh. Data scan dapat langsung diekspor ke format E57 lengkap dengan gambar panorama yang terhubung ke posisi pemindaian. Fitur ini sangat membantu untuk proyek AEC (Architecture, Engineering, Construction) dan pengukuran skala besar.
AI Photogrammetry Makin Mumpuni dan Mudah Digunakan
Sentuhan lain yang juga disematkan untuk menambah performa Artec Studio 20.3 diantaranya juga meliputi fitur AI Photogrammetry. Pembaruan pada fitur ini memundahkan pengguna untuk membuat model 3D tanpa perlu masking.
Ada dua algoritma baru, seperti unmasked mode, ini ideal untuk objek kecil hingga menengah yang dipindai dari jarak dekat.
Sementara itu ada juga maksed mode yang cocok untuk objek yang perlu diputar atau dibalik saat pemindaian.
Komposisi tersebut membuat proses photogrammetry menjadi makin fleksibel dan hasilnya tetap optimal. Bahkan hal ini berlaku juga untuk objek minim tekstur.

Upgrade Fitur Tekstur dan Workflow
Ada penambahan performa fitur tekstur dalam Artec Studio 20.3. Upgrade tersebut berkaitan dengan workflow yang terintegrasi dan opsi kustom yang semakin luas. Ada fitur Sharp Image Prioritization, yang bisa diaktifkan otomatis melalui preset workflow, dapat diakses dengan satu klik saja.
Tentu hal tersebut memudahkan pengguna untuk mendapatkan tekstur tajam dengan proses yang lebih cepat.
Selain upgrade yang ditawarkan di atas, Artec Studio 20.3 juga membawa penyempurnaan teknis lainnya, diantaranya :
1. Dukungan tekstur dengan 16-bit, lebih optimal.
2. Kompabilitas RTF & ViewPlanner untuk GPU (Graphics Processing Unit) NVIDIA seri 50xx.
3. Tampilan home screen yang terpadu, tersedia untuk versi Pro, Lite, dan Trial.
4. Ada juga peningkatan dalam hal brightness tekstur pada Spider II.
5. Proses ekspor menjadi semakin smooth ke Design X dan Control X.
Peningkatan-peningkatan yang menyertai Artec Studio 20.3 tersebut membuat posisinya paling stabil dan matang hingga saat ini. [nus/EV3D]