Dunia 3D

Blue Light Scanner untuk Metrologi Industri

Metrologi industri berperan penting dalam menjaga keakuratan dan konsistensi dalam sebuah produksi. Dan ini menjadi salah satu kunci dalam keberhasilan sebuah produksi.

Dalam artikel kali ini akan kita bahas secara singkat mengenai blue light scanners dalam kaitannya dengan metodologi metrologi industri.

Apa Itu Blue Light Scanners?

Blue light scanners merupakan pemindai tiga dimensi yang menggunakan cahaya biru terstruktur untuk menangkap bentuk dan dimensi objek secara detail. Cahaya biru memberikan akurasi tinggi terkait dengan panjang gelombangnya yang lebih pendek. Sehingga mengurangi gangguan akibat pencahayaan sekitar. Berbeda dengan konvensioanl yang menggunakan laser atau cahaya putih.

Blue light scanners banyak digunakan dalam metrologi industri, reverse engineering, kontrol kualitas hingga proses pengembangan produk digital.

Structured light-3D scanners, biasanya dipasang pada dudukan kamera, robot atau tripod, berfungsi sebagai kamera point-and-shoot dan memerlukan sedikit atau bahkan tanpa pemrograman dengan pengaturan yang minimal. Teknologi tersebut didasarkan pada proyeksi structured-light, yang kemudian ditangkap oleh kamera beresolusi tinggi.

Ilustrasi : Blue light scanner.

Prinsip Kerja Blue Light Scanner

Blue light scanner bekerja dengan cara memproyeksikan pola cahaya biru ke permukaan objek. Kamera dengan spesifikasi dan kecepatan tinggi, secara akurat dapat menangkap gambar dari pola berlapis ini. Setiap piksel dari gambar yang diambil di triangulasi, menggunakan pola untuk membuat point cloud.

3D scanner dapat menangkap setiap distorsi atau deformasi dari berbagai sudut dengan memproyeksikan pola grid pada objek dan kemudian menggunakan triangulasi untuk menghitung jarak ke titik tertentu. Point cloud terisolasi akan disejajarkan, didaftarkan, dan di convert menjadi file texture-wrapped shape.

Selain itu, lens system juga digunakan untuk memperbesar area objek yang sedang menjalani proses blue light 3D scanning. Resolusi cahaya biru, yang merupakan jarak antara titik point cloud, telah ditentukan oleh lensa khusus yang digunakan pada scanner dan ukuran kamera dalam satuan megapiksel.

Teknologi tersebut mengkalkulasikan titik koordinat X-Y-Z dari seluruh aspek geometri sebuah permukaan objek saat pola bergeser dari posisi awal. AI akan menyelaraskan setiap proses scan secara otomatis untuk membuat model 3D/cetak biru digital pada objek yang sangat akurat serta lengkap dengan cara yang hemat waktu dan biaya.

Detail yang sangat kecil dapat dibuat ulang menggunakan blue light 3D scanner karena resolusi cahaya biru yang sangat baik. Dengan demikian, proses blue light 3D scanning dianggap cocok untuk proyek reverse engineering yang sangat detail.

Kelebihan Blue Light 3D Scanner

Blue light scanner memiliki kelebihan akurasi tinggi dan stabil. Mampu mendeteksi detail halus pada objek dengan ukuran kecil maupun besar.

Waktu pemindaian juga lebih cepat. Hal ini membuat blue light scanner sangat cocok untuk industri dengan kebutuhan yang membutuhkan tingkat efisiensi tinggi.

Tidak kontak langsung. Dengan kelebihan tersebut, blue light scanner sangat tepat untuk benda-benda sensitif atau benda dengan tekstur halus.

Blue light scanner juga memiliki tingkat toleransi terhadap pantulan cahaya yang dihadirkan dari pantulan cahaya biru. Tentu cahaya biru memiliki tingkat kekuatan yang lebih baik dari pada cahaya putih.

Mudah terkoneksi dengan software CAD/CAM. Hasil pemindaian atau scan dapat langsung digunakan untuk analisis atau rekayasa, biasa dikenal dengan reverse engineering.

Pengaplikasian Blue Light 3D Scanner

Dengan karakteristik yang dimiliki blue light scanner, maka sangat menguntungkan dalam pembuatan prototipe, manufaktur, dengan jaminan kualitas dan dapat diotomatisasi berdasarakan permintaan pengguna.

Teknologi blue light scanner tepat untuk aplikasi komersial dibandingkan dengan teknologi lain. Karena dapat memungkinkan alur kerja 3D scanning berkualitas tinggi dengan akurat dan cepat, dapat diskalakan dan diotomatisasi berdasarkan permintaan pengguna.

Perkembangan Terkini

Dalam studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Industrial Integration and Management, para peneliti mendesain ulang bodi luar mobil dan mengembangkan prototipe dengan estetika futuristik, meningkatkan aerodinamika menggunakan metode manufaktur aditif (AM).

Printer 3D Projet dan 3D scanner Steinbichler berdasarkan teknologi pencahayaan 3D scanner dioda pemancar blue light terstruktur baru yang digunakan dalam proses AM mengurangi biaya dan waktu serta menyederhanakan proses desain ulang dan pengembangan mobil.

Evolusi 3D sebagai expert di bidang 3D scanning yang telah menjadi partner resmi SHINING 3D sebagai produsen 3D scanner berkualitas. Menjadi rumah dari 3D scanner dengan teknologi blue light siap menjawab segala tantangan engineering.

Singkatnya, teknologi blue light 3D scan memainkan peran penting dalam aplikasi metrologi industri dan dapat memfasilitasi modernisasi proses manufaktur di masa mendatang.

Penulis : Tim Evolusi 3D
Penyunting : nus