Sebuah kabar mencengangkan datang dari industri pertahanan di Inggris.
Pasalnya, industri pertahanan Inggris, QinetiQ, berhasil mencatat terobosan baru dalam penerapan 3D printing berbasis dari titanium hasil daur ulang.
Komponen yang diuji yakni sebuah engsel yang berfungsi sebagai bracket hasil manufaktur aditif yang dipasangkan pada helikopter AgustaWestland A109S milik perusahaan tersebut. Uji terbang dilakukan di MOD Boscombe Down, Wiltshire dan dinyatakan berhasil melakukan terobosan pada uji terbang perdana.
Helikopter tersebut, kabarnya saat ini tengah dalam proses pengembangan untuk kebutuhan Empire Test Pilots’ School (ETPS), yang merupakan sekolah pilot uji kelas dunia.
Komponen Kecil, Punya Peran Besar
Dalam studi ini, pertahanan Inggris melakukan proses 3D printing untuk sebuah engsel atau bracket yang memiliki fungsi tak biasa. Engsel tersebut sebagai titik pengikat Air Data Boom, perangkat itu merupakan sensor eksternal yang harus presisi tingkat tinggi, digunakan sebagai pengukur kecepatan udara dan sudut pandang pesawat.
Komponen ini memiliki peran cukup krusial. Jika engsel tidak memiliki daya tahan kuat atau terjadi patah yang diakibatkan dari getaran aerodinamis ekstrim maka dapat berakibat pada rusaknya instrumen penting untuk pelatihan pilot uji.
Komponen engsel ini hasil rancangan dari QinetiQ dan diproduksi oleh Additive Manufacturing Solutions Limited (AMS Ltd.). Materialnya berasal dari titanium pesawat yang telah dipensiunkan.

Sumber : 3dnatives.
3D Printing Pegang Peranan dalam Proyek Ini
Material atau bahan yang berasal dari titanium bekas ini diproses atomisasi khusus, sehingga mampu mengubah scrap logam menjadi bubuk logam dengan kualitas tinggi. Pengolahan material titanium bekas tersebut dilanjutkan dengan proses cetak menggunakan teknologi 3D printing.
Hasil pengolahan seperti ini, diklaim oleh pihak QinetiQ berhasil mencapai efisiensi material hingga 97%, meminimalisir limbah bekas produksi dan hasil emisi karbon 93,5% lebih rendah (CO2e) dibandingkan bila pengembangan dilakukan dengan metode konvensional.
Dalam keterangan sumber 3dnatives yang kami dapatkan, tidak dijelaskan secara spesifik metode yang digunakan. Dalam informasi tersebut juga disampaikan bahwa AMS memiliki kapabilitas laser powder bed fusion dan electron beam powder bed fusion. Dua teknologi manufaktur aditif logam yang lumrah dipakai pada industri pesawat.

Sumber : 3dnatives.
Titanium Tetap Kuat Meski Melewati Proses Daur Ulang
Memiliki predikat sebagai material premium pada sektor industri pertahanan dan aerospace, titanium kuat tetapi secara bobot sangat ringan.
Selain itu, titanium juga tahan terhadap korosi. Sementara alasan lain mengapa titanium sangat diandalkan dalam industri pesawat terbang? Karena kemampuannya yang tetap stabil di suhu dan tekanan esktrim sekalipun.
Dengan langkah ini, dapat diprediksi bahwa Inggris akan berpotensi tidak bergantung pada impor bahan titanium, mengamankan rantai pasok pertahanan, secara strategis Inggris berupaya untuk menekan biaya material, dan imbas lainnya proyek seperti ini dapat mendukung pergerakan ekonomi sirkular.
Potensi lain yang bakal timbul dengan metode seperti ini, memungkinkan Inggris dapat memenuhi kebutuhan titanium secara mandiri ke depannya.
Proyeksi Pemanfaatan 3D Printing di Masa Depan
Dalam koridor industri penerbangan dan pertahanan di masa depan, 3D printing digadang-gadang bakal mendorong inovasi besar-besaran yang berujung pada dampak penguatan kedaulatan industri nasional.
Penerapan 3D printing titanium daur ulang di sektor pertahanan dan dirgantara global diperkirakan akan membuka peluang besar. Terlebih bila struktural kritikal sudah mencapai tahap lolos uji terbang. Kesempatan lain akan terbuka, teknologi ini bisa bermanfaat lebih luas untuk produksi part pesawat lainnya.
Dan Inggris sudah mempelopori langkah baik ini. [nus/EV3D]