3D scanner dan 3D printer berperan penting dalam proses reverse engineering. Keduanya membantu mengubah objek fisik menjadi data model hingga menghasilkan kembali sebuah produk.
Reverse engineering menjadi solusi efisien di masa kini untuk mempercepat inovasi produk. Dengan adanya bantuan teknologi 3D, proses analisis hingga pembuatan replika produk kini dapat dilakukan dengan presisi. Selain itu juga menghemat waktu dan biaya.

3D scanner dan 3D printer memiliki peran masing-masing, di mana kedua bekerja secara berdampingan dalam proses reverse engineering. Dalam artikel ini akan dijelaskan secara umum mengenai gambaran kedua alat tersebut bekerja dalam mengoptimalkan proses reverese engineering.
Manfaat 3D Scanner dalam Reverse Engineering
3D scanner mempunyai peran yang penting dalam proses reverse engineering. Alat ini mampu memindai objek fisik atau produk menjadi model digital. Cara kerja 3D scanner yakni memindai sebuah objek yang nantinya akan keluar data kordinat atau point cloud. Data ini mewakili bentuk geometris objek tersebut.

Manfaat 3D scanner dalam dalam proses reverse engineering diantaranya mampu mempercepat proses pengukuran. Dengan bantuan alat 3D scanner, Anda tidak perlu melakukan pengukuran secara manual. Cukup dengan pindai objek, Anda sudah dapat memperoleh data digital termasuk hingga ukuran sisi dan lekukannya.
Manfaat lainnya dari 3D scanner dalam proses reverse engineering yakni tingkat akurasi yang sangat tinggi. Penggunaan alat 3D scan dapat merekam objek dengan detil dan kompleks. Termasuk hingga ke bagian-bagian yang sulit diukur secara manual.
Data yang dihasilkan dari 3D scanner berupa model digital yang bisa digunakan untuk modelling, simulation, hingga CAD redesign.
Manfaat 3D Printer dalam Reverse Engineering
Pada dasarnya 3D printer berfungsi untuk mencetak ulang objek hasil desain atau modifikasi digital dari hasil pemindaian yang dilakukan sebelumnya.
Sementara itu bicara soal manfaatnya, penggunaan 3D printer membuat proses pembuatan prototipe menjadi lebih cepat. Hasil cetakan secara bentuk, fungsi, dan kecocokan antar komponen juga dapat diuji. Manfaat lainnya dari 3D printer dalam reverse engineering yakni hasil pindain dari 3D scanner dapat dicetak dengan pasti dan presisi.

Sumber : www.3dnatives.com
Komponen langka dari sebuah produk juga dapat dicetak dengan mudah. Tak perlu lagi melewati proses pengemalan komponen untuk menciptakan prototipe.
Jadi dengan demikian dapat disimpulkan penggunaan 3D scanner dan 3D printer merupakan kolaborasi yang tepat. Di mana 3D scanner berperan untuk memindai objek atau komponen sementara itu 3D printer hadir untuk mencetak hasil dari pemindaian yang dikerjakan oleh 3D scanner.
Objek fisik bisa didigitalkan, dianalisis, disempurnakan, dan diproduksi ulang dengan cepat dan akurat, tanpa perlu dokumen desain asli.
Penulis : Tim Evolusi 3D
Penyunting : nus