Memasuki dunia manufaktur yang terus berkembang, metal 3D printer dan printing hadir menjadi sebuah terobosan inovasi yang paling revolusioner. Melalui teknologi ini memungkinkan pencetakan sebuah komponen berbahan dasar logam yang kuat, presisi dan siap pakai. Hal ini bisa meliputi berbagai bidang mulai dari suku cadang atau spare part kendaraan, suku cadang mesin roket, bidang medis untuk implan tulang bahkan hingga barang-barang konsumtif seperti perhiasan mewah.

Proses cepat dalam produksinya menjadi andalan yang sangat dibutuhkan di era moderenisasi ini. Selain proses produksi atau pembuatannya yang cepat, biaya produksi yang diperlukan untuk membuat sebuah prototipe juga sangat efisien dan murah. Hal ini juga membuka peluang proses desain atau pembuatan model dari yang serba konvensional menjadi serba cepat, tanpa memulai proses pemodelan dari awal atau menggambar. Tidaklah mengherankan metode metal 3D print menjadi andalan berbagai industri, dari skala kecil hingga pabrikan besar.

Sumber : Google.
Sejatinya metal 3D print biasa dikenal juga dengan istilah manufaktur aditif logam yakni sebuah proses mencetak objek logam secara langsung dari data yang bersifat digital. Jika dalam industri konvensional atau tradisional proses pencetakan sebuah prototipe membutuhkan pemotongan, pengecoran, pengelasan hingga siap untuk produksi massal. Proses ini memerlukan waktu serta biaya yang tak sedikit.

Hadirnya metal 3D print mengubah segalanya. Proses panjang tersebut dapat disingkat atau dipangkas. Pasalnya, teknologi metal 3D print dapat membangun komponen lapis demi lapis dengan tingkat presisi yang tinggi. Hingga pada akhir produksi, sebuah komponen dapat diciptakan dengan cepat, tidak banyak menghasilkan limbah sisa, dan yang pasti memiliki fleksibilitas desain yang tanpa batas. [nus/EV3D]