Dalam dunia 3D printing, kualitas hasil cetak dipengaruhi oleh filament.
Menjaga kondisi filament sangatlah penting, untuk mempertahankan kualitas cetak.
Mengingat perannya yang penting bagi bagi 3D printing, maka perawatannya pun juga harus diperhatikan. Sifat filament yang mudah lembap pengaruh dari udara.
Upaya untuk mengeringkan filament yang lembap banyak orang yang melakukannya dengan alat yang tak proper. Sejatinya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses mengembalikan kondisi filament yang lembap.

Akibat yang Timbul Jika Filament Lembap
Filament tidak bisa bertahan lama dalam kondisi udara yang terbuka. Hal ini menjadi tantangan tersendiri terkait dengan kondisi iklim di Indonesia yakni tropis, tingkat kelembapan tinggi.
Berikut ini ada beberapa akibat yang ditimbulkan bila filament lembap, diantaranya :
1. Filament menjadi getas.
2. Hasil cetakan 3D print menjadi tidak rata.
3. Adanya sumbatan pada nozzle yang menyebabkan ekstrusi tidak terkontrol, tentu berakibat pada hasil cetakan yang tidak baik.
4. Berpeluang menimbulkan hasil yang kasar, detail hilang dan sudut menjadi tidak tajam.
5. Muncul gelembung pada hasil cetakan.
6. Hasil cetakan warnanya bisa menjadi lebih kusam.
Filament yang lembap pasti menurunkan kualitas cetak dan bisa menyebabkan kegagalan total dalam 3D printing. Karena itu, pengeringan dan penyimpanan yang benar sangat penting untuk mendapatkan hasil terbaik.

Bagaimana Cara Mengeringkan Filament yang Benar?
Mengeringkan filament ada banyak caranya, bisa dengan food dryer atau vacuum bag. Namun acara ini tidak tepat atau tidak direkomendasikan, dalam beberapa kasus menggunakan food dryer atau vacuum bag tidak berpengaruh terhadap hasil filament menjadi kering.
Ada alat yang memang benar-benar dirancang untuk mengeringkan filament, salah satunya yakni menggunakan Evolusi 3D Smart DryBox.
Evolusi 3D Smart DryBox adalah teknologi alat pengering filament pertama di Indonesia yang mempunyai banyak fitur unggulan. Beberapa fitur unggulannya adalah:
1. Dapat melihat detail berat aktual filament.
2. Dapat melihat panjang filament yang tersisa.
3. Mengatur waktu sesuai kebutuhan hingga 99 jam.
4. Melihat suhu kelembapan udara.
5. Alat pengering filament pertama di Indonesia yang sudah mengunakan layar touchscreen untuk mempermudah anda dalam mengaturnya.
Evolusi 3D Smart DryBox dapat digunakan dalam waktu bersamaan dengan proses printing, atau bisa disebut dengan online dryer, sangat efisien untuk digunakan. Anda pun sudah tidak perlu khawatir lagi dengan kasus filament lembap.
Jika filament sudah mengering dengan sempurna, maka Anda wajib melakukan treatment penyimpanan yang benar. Diantaranya bisa menggunakan wrapping plastik atau plastik klip yang bisa membuat filament menjadi kedap udara agar terhindar dari debu.
Pastinya dengan rajin mewarat filament dapat menambah usia pakai atau ketahanannya menjadi lebih panjang.
Penulis : Tim Evolusi 3D
Penyuting : nus