Rendering 3D digital menjadi tahapan yang berperan dalam proses pembuatan visual tiga dimensi. Hal ini menentukan seberapa realistis dan menarik hasil akhirnya.
Agar hasil rendering 3D digital maksimal diperlukan pengetahuan tentang pengaturan pencahayaan, material, tekstur, serta pengaturan alat pengambil objek atau kamera yang tepat.
Gambar hasil rendering bukan hanya gambar yang bagus, tapi juga komunikatif. Penting untuk memahami, gambar tersebut mengandung target pesan apa yang ingin disampaikan. Pasalnya, hal tersebut berpengaruh untuk meyakinkan stakeholder tentang gambar rancangannya.
Langkah Mendapatkan Hasil Rendering yang Baik
1. Tempatkan Desain pada Latar yang Realistik
Banyak orang yang melihat rancangan tidak hanya terfokus pada bagian intinya saja. Memperlihatkan sisi background dalam gambar juga penting. Meski bukan poin, hal ini berpengaruh pada kesan yang ditangkap. Pada prinsipnya, semakin terlihat nyata background yang dipakai, desain akan cenderung lebih meyakinkan.
Oleh karena itu, usahakan untuk menggunakan background yang nyata, dengan tipe lingkungan di mana hasil rancangan nantinya akan ditempatkan. Misalkan untuk menempatkan mesin pabrik, maka pilih background area produksi dalam pabrik. Jangan lupa juga dengan efek bayangan, karena kita pahami benda sekecil apapun selalu memiliki bayangan.
2. Pikirkan Bagian Alas
Bagian alas menjadi poin yang tak kalah penting dengan background. Agar foto makin terlihat nyata, perlu dipahami karakter alas yang dipakai untuk latar desain. Apakah bersifat keras atau empuk, bisa juga halus atau kasar.
Masing-masing karakter alas akan memunculkan efek yang berbeda ketika diletakkan benda di atasnya.
3. Haluskan Bagian Tepi
Poin ketiga yang juga penting untuk desainer menghasilkan rendering yang nyata adalah memperhatikan bagian tepi. Hal ini akan memberikan kesan yang semakin riil, ketika disesuaikan dengan karakter setiap tepian.
Misalkan saja untuk meningkatkan efek visual tepian yang tajam, seperti pisau atau tepian kaca. Hal itu dihaluskan dengan berbagai efek visual hingga detail sudut terkecil. Semakin detail, semakin halus juga hasil rendering.
4. Tambahkan Ruang atau Celah Udara
Menghadirkan efek visual bisa membuat hasil rendering makin baik, misalnya dengan menambahkan efek celah pada geometri desain. Meskipun sebagian orang tidak sependapat dengan hal ini, tetapi faktanya ini bisa memberikan efek yang lebih baik untuk hasil rendering. Apalagi jika disempurnakan dengan efek bayangan, membuatnya semakin jelas.

5. Tak Perlu Takut Menambahkan Efek Tonjolan
Ini juga salah satu efek yang perlu para desainer coba, yaitu menambahkan efek-efek tekstur atau tonjolan pada bagian tertentu. Misal pada permukaan bodi mobil yang mengkilap, bisa ditambahkan efek lekukan pada bagian yang sedikit lebih menonjol. Hal itu akan membuat gambar hasil rendering semakin tampak realistis.
6. Tambahkan Efek Kedalaman dengan Komposisi Pas
Menambahkan cekungan pada beberapa titik juga salah satu trik yang bagus. Hal itu akan membuat hasil rendering jadi lebih dramatis dan riil. Jika ada bagian yang lebih dekat, atur kedalaman yang lebih pendek.
Sebaliknya bagian yang lebih jauh dari pandangan, atur kedalaman yang lebih jauh. Perlu diperhatikan, menambahkan efek ini harus tepat, jangan berlebihan. supaya tidak mengganggu keseluruhan rancangan.
7. Buat Menyala!
Pencahayaan bukan hanya tentang membuat desain jadi lebih jelas. Tapi itu juga berefek langsung pada aspek psikis orang yang melihatnya. Sehingga pastikan hasil desain dapat cukup pencahayaan setelah rendering, hasilnya bisa tampak semakin nyata dan nyaman untuk dilihat.
Kesimpulan
Jadi, rendering dalam 3D digital ini lebih merujuk pada visualisasi atau hasil gambar komputer dari model 3D. Dalam kaitan ini bukan pada proses pemindaian atau 3D scan atau pencetakan / 3D print.
Dan itulah beberapa tips yang bisa dicoba pada beberapa software pengolahan model digital untuk membuat hasil rendering terlihat nyata. Semoga bermanfaat!
Penulis : Tim Evolusi 3D
Penyuting : nus